bahkan cahaya matahari pun tak mencapai, di tempat ini ku memandang langit
awan yang maju cepat mengalir ku coba tuk mengejar-ngejar awan itu dengan mata tertutup
ku takut bila ku tutup mata ku, semuanya akan mejadi sebuah kebohongan
langit yang terkoyak dan keretakannya, angin yang terikat menjerit
tiba-tiba saja angin itu mulai menerbangkan
tapi sedikit kabur bukan masalah
aku hanya mencari-cari masa lalu
berjalan terus, hanya ada yang tak dapat digoyangkan(seperti menggoyangkan daun ketika berjalan)
jika dorongan ke depan telah usai, kapan ku juga menyusul awan itu?
belum selesai
melanjutkan terus perjalanannya
misalnya, bila hanya di sana yang tidak ada keputusasaan
lebih dari itu, di sana ada impian dan harapan
bahkan kesederhanaan pun tak apa-apa
ku ingin pecaya
walau di sana tak ada penunjuk jalan
karena ku sudah dapat ku lakukan sendiri
walau tetap dengan mata yang tertutup
telinga dapat berjalan sampai akhir
lalu, sungguh kebosanan yang bodoh , norma dan prasangka telah berubah
tak ada arti, tak ada nilai, tak ada hal seperti mimpi sia-sia
coba dan tunjukkanlah
jadi apakah berubah tanpa perubahan adalah masa depan kita?
tak ada pilihan selain merenggutnya dengan tangan kita
berapa lama masa depan ini akan ada bila ku bisa berjalan?
sudah berapa lama kita dapat berjalan sampai saat ini?
sekarang ,yang ada hanya melihat kembali di bentangan padang pasir
tak ada akhir, perjalanan terus menerus diatas jalan yang sepi
kurasa bahkan jika hidup mempunyai duka dan penderitaan
tujuannya adalah untuk menyeka
jika aku bertemu dengan mu bukanlah hal yang buruk
oleh karena itu , sedikit saja
dapatkah kau tidak meninggalkan tangan ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar